MSP Online Kuliah ONline

Ruang Sederhana bagi Gathering & Sharing Informasi dan Materi Referensi Ilmiah Populer

Minggu, 16 Desember 2018

PROSES PENILAIAN AMDAL

Dalam proses penilaian dokumen AMDAL (KA ANDAL, ANDAL, RKL dan RPL) dilakukan beberapa tahap antara lain : (1) Penerimaan dokumen KA _ANDAL, ANDAL, RKL dan RPL; (2) Melakukan evaluasi dokumen KA ANDAL, ANDAL, RKL dan RPL tentang kelengkapan administrasi untuk mengetahui dokumen KA ANDAL, ANDAL, RKL dan RPL tersebut layak untuk dinilai; (3) Penilaian Dokumen KA ANDAL, ANDAL, RKL dan RPL oleh Tim Teknis/Komisi Penilai AMDAL; (4) Membuat Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup apabila semua rangkaian pelaksanaan penilaian dokumen KA ANDAL, ANDAL, RKL dan RPL telah dilaksanakan dan memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan terkait di bidang AMDAL.
Unduh pedoman penilaian AMDAL

Kamis, 06 Desember 2018

METODE INTENSITAS CURAH HUJAN

Untuk mendapatkan data intensitas curah hujan dari curah hujan harian baik maksimum maupun yang “biasa-biasa aja”,dapat ditemukan solusinya dengan melakukan perhitungan menggunakan Metode Rasional untuk mendapatkan intensitas curah hujan sebagai bagian perumusan dalam perhitungan
debit rencana.

Cara menghitungnya unduh di sini

Kolam Retensi


Fungsi dari kolam retensi adalah untuk menggantikanperan lahan resapan yang dijadikan lahan tertutup/perumahan/perkantoran makafungsi resapan dapat digantikan dengan kolam retensi. Fungsi kolam ini adalah menampung air hujan langsung dan aliran dari sistem untuk diresapkan kedalam tanah. Sehingga kolam retensi ini perlu ditempatkan pada bagian yang terendah dari lahan.
Jumlah, volume, luas dan kedalaman kolam ini sangattergantung dari berapa lahan yang dialihfungsikan menjadi kawasan permukiman.
Fungsi lain dari kolam retensi adalah sebagai pengendali banjir dan penyalur air; pengolahan limbah, kolam retensi dibangun untuk menampung dan mentreatment limbah sebelum dibuang; dan pendukung waduk/bendungan, kolam retensi dibangun untuk mempermudah pemeliharaan dan penjernihan air waduk. karena jauh lebih mudah dan murah menjernihkan air di kolam retensi yang kecil sebelum dialirkan ke waduk dibanding dengan menguras/menjernihkan air waduk itu sendiri.
Unduh materi

MENGHITUNG DEBIT BANJIR

Permasalahan banjir sampai  saat ini belum dapat tertangani secara  menyeluruh walaupun pemerintah telah berupaya semaksimal  mungkin untuk mengatasinya. Hal ini terjadi  karena kondisi fasilitas drainase yang ada di  kota ini semula merupakan fasilitas irigasi,  dimana kedua fasilitas ini mempunyai tujuan  karakter yang bertolak belakang. Dengan  kondisi tersebut maka sudah tidak mungkin  lagi beban drainase ditambah  oleh perkembangan perubahan lahan sampai  kondisinya benar -benar dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan.
Sejalan dengan perkembangan perubahan  lahan dari  lahan terbuka menjadi daerah perumahan,  dari evaluasi tanah yang lebih rendah  menjadi elevasi tanah yang lebih tinggi, dari  daerah tampungan menjadi daerah limpasan  air yang menuju saluran drainase, padahal  di sisi lain perkembangan peningkatan  kapasitas drainase belum mampu  mengimbangi perkembangan perubahan  lahan tersebut karena terbatasnya anggaran yang tersedia.
Kawasan yang tergenang dari tahun ke tahun  semakin meningkat. Hal ini menunjukkan  bahwa kapasitas saluran pengatusan saat ini sudah tidak mampu lagi mengalirkan air  limpasan yang semakin tahun semakin besar  karena perubahan fungsi lahan. Kondisi  seperti ini bertambah parah karena kesadaran masyarakat masih kurang untuk  ikut bertanggung jawab terhadap keberadaan saluran pengatusan.
Sebagian masyarakat masih menganggap  bahwa saluran pengatusan sebagai tempat  buangan sampah, sebagian lagi  memanfaatkan untuk kepentingan pribadi,  dan sebagian lagi melakukan perubahan  fungsi fasilitas drainase menjadi fasilitas  pribadi, serta ada sebagian lagi yang  bermaksud memperindah saluran tersebut  tetapi justru mematikan fungsi saluran yang  sebenarnya. Semua itu seakan tanggung  jawab keberadaan saluran hanya di pundak pemerintah.
Dengan kondisi demikian, yang timbul saat  ini adalah saling menyalahkan satu sama  lain, pihak pemerintah menuding  masyarakat tidak mempunyai rasa memiliki,  di lain pihak masyarakat menganggap pemerintah tidak mampu mengurus saluran, dan menganggap industri pemukiman /  pengembangan adalah salah satu pihak yang  harus bertanggung jawab terhadap timbulnya banjir.
Jika kondisi seperti ini dibiarkan maka  permasalahan banjir tidak akan pernah selesai. Berkaitan dengan  hal tersebut diatas maka dibutuhkan suatu  penyelesaian yang dapat diterima semua  pihak tetapi secara teknis mampu mengatasi  permasalahan banjir saat ini dan dimasa  mendatang. Untuk itu dibutuhkan ketrampilan menghitung debit banjir.