MSP Online Kuliah ONline
Ruang Sederhana bagi Gathering & Sharing Informasi dan Materi Referensi Ilmiah Populer
Sabtu, 04 Agustus 2012
Identifikasi Terumbu Karang
suku Agariicidae Marga Pavona, karang ini warnanya coklat muda atau
coklat tua, umumnya hidup di dekat tubir dan tersebar luas diseluruh
perairan Indonesia...

Astrocoiinidae marganya palaustrea. gambar ini menunjukkan Palaustrea ramosa. warnanya abu-abu kecoklatan dengan ujung koloni putih...

Astrocoiinidae marganya palaustrea. gambar ini menunjukkan Palaustrea ramosa. warnanya abu-abu kecoklatan dengan ujung koloni putih...
kemudian
di bawah ini adalah Chatalaphyllia jardinei dari suku Caryophyllidae
marga Chatalaphyllia. Mirip kayak sea anemon. warnanya coklat ato hijau.

Berikut ini adalah Dendrophyllidae dengan marga Turbinaria. Contohnya Turbinaria frondes
Berikut ini adalah Dendrophyllidae dengan marga Turbinaria. Contohnya Turbinaria frondes
Senin, 23 Juli 2012
Blooming..???? Why????
Red tide atau blooming plankton merupakan fenomena yang terjadi akibat ledakan perkembangan yang begitu cepat dari jenis fitoplankton, misalnya Ptychodiscus brevis, Prorocentrum, Gymnodinium breve, Alexandrium catenella dan Noctiluca scintillans dari kelompok dinoflagelata (Phyrropyta) yang dapat menyebabkan perubahan warna dan konsentrasi air secara drastis, kematian massal biota laut, perubahan struktur komunitas ekosistem perairan, bahkan keracunan dan kematian pada manusia.
Ciri-ciri terjadinya Red Tide atau blooming plankton:
Perubahan warna air laut atau estuaria dari hijau biru menjadi merah, merah kecoklatan, hijau atau kuning hijau.
Kematian biota laut
Perubahan bau.
Faktor Pemicu Ledakan Populasi :
Populasi blooming fitoplankton di suatu peraian disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan perairan sebagai berikut:
Upwelling
Upwelling sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi ledakan alga, dapat didefinisikan sebagai peristiwa menaiknya massa air laut dari lapisan bawah ke permukaan (dari kedalaman 150 – 250 meter) karena proses fisik perairan. Proses upwelling terjadi karena kekosongan massa air pada lapisan permukaan, akibat terbawa ke tempat lain oleh arus. Upwelling dapat terjadi di daerah pantai dan di laut lepas. Di daerah pantai, upweling dapat terjadi jika massa air lapisan permukaan mengalir meninggalkan pantai. Untuk laut lepas, proses upwelling dapat terjadi karena adanya pola arus permukaan yang menyebar (divergence), sehingga massa air dari lapisan bawah permukaan akan mengalir ke atas mengisi kekosongan yang terjadi karena menyebarnya arus. Adanya proses ini ditandai dengan turunya suhu permukaan laut yang cukup mencolok (sekitar 2oC untuk daerah tropis, dan > 2oC untuk daerah sub tropis). Upwelling dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
Jenis tetap (stationary type), yang terjadi sepanjang tahun meskipun intensitasnya dapat berubah ubah. Di sini akan berlangsung gerakan naiknya massa air dari lapisan bawah secara mantap dan setelah mencapai permukaan, massa air bergerak secara horizontal ke luar, seperti yang terjadi di lepas pantai Peru.
Jenis berkala (periodic type) yang terjadi hanya selama satu musim saja. Selama air naik, massa air lapisan permukaan meninggalkan lokasi air naik, dan massa air yang lebih berat dari lapisan bawah bergerak ke atas mencapai permukaan.
Jenis silih berganti (alternating type) yang terjadi secara bergantian dengan penenggelaman massa air (sinking). Dalam satu musim, air ringan di lapisan permukaan bergerak ke luar dari lokasi terjadinya air naik dan air lebih berat di lapisan bawah bergerak ke atas yang kemudian tenggelam.
Pada musim semi sering terjadi pelimpahan plankton, Musim semi membawa suhu hangat dan sinar matahari meningkat, menciptakan termoklin yang memerangkap nutrisi pada permukaan laut. Hal ini memungkinkan fitoplankton untuk menyerap energi dan mengambil dalam nutrisi yang mereka butuhkan untuk berfotosintesis dan berkembang biak. Nutrisi (unsur hara) yang melimpah dalam perairan untuk energy dan pertumbuhannya, sehingga meningkatkan pertumbuhan fitoplankton dengan cepat.
Masuknya nutrisi atau eutrofikasi
Masuknya nutrisi atau eutrofikasi ke dalam laut bertanggung jawab terhadap terjadinya proses peledakan algae, baik itu mikro algae yang berkembang di daerah perairan dangkal atau di perairan yang dalam yang dapat berasosiasi dengan endemic hipoksia di dasar. Adanya hujan lebat juga berpeluang membawa nutrisi serta masuknya air tawar ke laut dalam jumlah yang besar.
Penolakan pemakanan
Penolakan pemakanan oleh predator herbivora terhadap jenis plankton yang beracun
Dampak Red TidePeningkatan populasi fitoplankton yang sangat tinggi dan cepat akan berakibat pada beberapa hal, antara lain 1. Ikan dan Kerang :
Tingginya populasi fitoplankton di dalam air, ini akan menyebabkan berbagai akibat negatif bagi ekosistem perairan, seperti : O2 berkurang sehingga air mengandung racun yang menyebabkan kematian organisme yang ada dalam perairan seperti ikan,Terjadinya kontaminasi sea food, dan perubahan struktur komintas ekosistem
2. Manusia
Penyakit atau kematian manusia melalui konsumsi makanan laut yang terkontaminasi oleh alga beracun
Sistem saraf, pencernaan dan pernapasan terganggu
Iritasi kulit dan mata
3. Perikanan
Toksin yang dihasilkan oleh melimpahnya suatu kelompok fitoplankton (dinoflagelatta) sehingga membunuh organisme seperti ikan.
Kerusakan mekanik organisme lain, seperti gangguan jaringan epitel insang pada ikan, sehingga asfiksia
Menghilangnya ikan-ikan dari lokasi penangkapan atau terjadinya kematian massal pada ikan.
4. Ekonomi
Hasil tangkapan nelayan menurun.
Hasil pendapatan penjual ikan/warung sea food bisa berkurang.
Ciri-ciri terjadinya Red Tide atau blooming plankton:
Perubahan warna air laut atau estuaria dari hijau biru menjadi merah, merah kecoklatan, hijau atau kuning hijau.
Kematian biota laut
Perubahan bau.
Faktor Pemicu Ledakan Populasi :
Populasi blooming fitoplankton di suatu peraian disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan perairan sebagai berikut:
Upwelling
Upwelling sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi ledakan alga, dapat didefinisikan sebagai peristiwa menaiknya massa air laut dari lapisan bawah ke permukaan (dari kedalaman 150 – 250 meter) karena proses fisik perairan. Proses upwelling terjadi karena kekosongan massa air pada lapisan permukaan, akibat terbawa ke tempat lain oleh arus. Upwelling dapat terjadi di daerah pantai dan di laut lepas. Di daerah pantai, upweling dapat terjadi jika massa air lapisan permukaan mengalir meninggalkan pantai. Untuk laut lepas, proses upwelling dapat terjadi karena adanya pola arus permukaan yang menyebar (divergence), sehingga massa air dari lapisan bawah permukaan akan mengalir ke atas mengisi kekosongan yang terjadi karena menyebarnya arus. Adanya proses ini ditandai dengan turunya suhu permukaan laut yang cukup mencolok (sekitar 2oC untuk daerah tropis, dan > 2oC untuk daerah sub tropis). Upwelling dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
Jenis tetap (stationary type), yang terjadi sepanjang tahun meskipun intensitasnya dapat berubah ubah. Di sini akan berlangsung gerakan naiknya massa air dari lapisan bawah secara mantap dan setelah mencapai permukaan, massa air bergerak secara horizontal ke luar, seperti yang terjadi di lepas pantai Peru.
Jenis berkala (periodic type) yang terjadi hanya selama satu musim saja. Selama air naik, massa air lapisan permukaan meninggalkan lokasi air naik, dan massa air yang lebih berat dari lapisan bawah bergerak ke atas mencapai permukaan.
Jenis silih berganti (alternating type) yang terjadi secara bergantian dengan penenggelaman massa air (sinking). Dalam satu musim, air ringan di lapisan permukaan bergerak ke luar dari lokasi terjadinya air naik dan air lebih berat di lapisan bawah bergerak ke atas yang kemudian tenggelam.
Pada musim semi sering terjadi pelimpahan plankton, Musim semi membawa suhu hangat dan sinar matahari meningkat, menciptakan termoklin yang memerangkap nutrisi pada permukaan laut. Hal ini memungkinkan fitoplankton untuk menyerap energi dan mengambil dalam nutrisi yang mereka butuhkan untuk berfotosintesis dan berkembang biak. Nutrisi (unsur hara) yang melimpah dalam perairan untuk energy dan pertumbuhannya, sehingga meningkatkan pertumbuhan fitoplankton dengan cepat.
Masuknya nutrisi atau eutrofikasi
Masuknya nutrisi atau eutrofikasi ke dalam laut bertanggung jawab terhadap terjadinya proses peledakan algae, baik itu mikro algae yang berkembang di daerah perairan dangkal atau di perairan yang dalam yang dapat berasosiasi dengan endemic hipoksia di dasar. Adanya hujan lebat juga berpeluang membawa nutrisi serta masuknya air tawar ke laut dalam jumlah yang besar.
Penolakan pemakanan
Penolakan pemakanan oleh predator herbivora terhadap jenis plankton yang beracun
Dampak Red TidePeningkatan populasi fitoplankton yang sangat tinggi dan cepat akan berakibat pada beberapa hal, antara lain 1. Ikan dan Kerang :
Tingginya populasi fitoplankton di dalam air, ini akan menyebabkan berbagai akibat negatif bagi ekosistem perairan, seperti : O2 berkurang sehingga air mengandung racun yang menyebabkan kematian organisme yang ada dalam perairan seperti ikan,Terjadinya kontaminasi sea food, dan perubahan struktur komintas ekosistem
2. Manusia
Penyakit atau kematian manusia melalui konsumsi makanan laut yang terkontaminasi oleh alga beracun
Sistem saraf, pencernaan dan pernapasan terganggu
Iritasi kulit dan mata
3. Perikanan
Toksin yang dihasilkan oleh melimpahnya suatu kelompok fitoplankton (dinoflagelatta) sehingga membunuh organisme seperti ikan.
Kerusakan mekanik organisme lain, seperti gangguan jaringan epitel insang pada ikan, sehingga asfiksia
Menghilangnya ikan-ikan dari lokasi penangkapan atau terjadinya kematian massal pada ikan.
4. Ekonomi
Hasil tangkapan nelayan menurun.
Hasil pendapatan penjual ikan/warung sea food bisa berkurang.
Fenomena Algae Blooming
Algae blooming seperti kita ketahui bersama merupakan salah
satu masalah ekosistem yang cukup mendapat perhatian serius. Sebelumnya
bagi yang belum mengenal apa itu blooming alga (algae blooming), saya akan menjelaskan sedikit kepada para pembaca.
Blooming alga (algae blooming) merupakan suatu peristiwa "meledaknya" populasi algae pada suatu ekosistem air (aquatic system). Blooming alga dapat terjadi baik di ekosistem air tawar maupun air asin (laut). Biasanya, diakibatkan oleh satu atau beberapa jenis fitoplankton (phytoplankton) yang memiliki pigmen warna misalkan hijau, biru atau merah.
Dikatakan meledak atau 'bloom' jika perbandingan konsentrasi algae mencapai ratusan hingga ribuan bahkan ada yang mencapai jutaan sel per mililiter. Biasanya fenomena blooming alga ini berwarna hijau, namun pernah juga ditemui warna kuning kecoklatan, merah itu semua bergantung pada spesies dan pigmen warna yang dibawanya.
Fenomena dapat terjadi dikarenakan banyaknya nutrisi yang ada pada perairan tersebut. Nutrisi tersebut diperoleh dari proses eutrofikasi. Proses eutrofikasi yakni proses pencemaran air dengan zat-zat makanan atau nutrien yang berlebih ke dalam ekosistem air. Proses eutrofikasi bisa berasal dari limbah rumah tangga dan pemberian pupuk yang berlebihan pada lahan pertanian sehingga sebagian dari pupuk tersebut ikut terlarut ke dalam perairan. Terutama kandungan ion fosfat (PO3-) dan Nitrogen (N) yang ternyata menguntungkan bagi beberapa spesies alga. Dan inilah yang akan menyebabkan populasi alga menjadi tidak terkontrol.
Bukan tanpa akibat. Fenomena ini cukup menjadi masalah yang serius apabila tidak segera di tangani. Apabila tidak segera ditangani, fenomena ini akan menyebabkan ikan, atau organisme lain yang masih satu ekosistem mengalami kematian. Kematian ini lebih disebabkan karena kekurangan zat makanan dan kekurangan cahaya matahari. Karena alga yang hidup di permukaan air akan menghalangi sinar matahari masuk ke dasar perairan. Dan ada pula spesies alga yang juga memproduksi toksin, yang tentu merugikan organisme lain termasuk manusia.
Salah satu fenomena terkini terjadinya algae blooming yakni yang terjadi di Qingdao sebuah pantai yang ada China tepatnya di provinsi Shandong di China bagian Timur. Algae blooming ini membuat perairan pantai ini menghijau. Hampir 30 ton, alga menutupi pantai ini.
Tapi, justru ada keindahan di balik fenomena ini. Jika dilihat dari kamera satelit fenomena blooming algae bagaikan sebuah lukisan atau bagaikan fenomena aurora di kutub Utara maupun Selatan. Seperti yang terjadi di Inggris, dan Laut Baltik. Semoga bermanfaat, ada komentar ?
Blooming alga (algae blooming) merupakan suatu peristiwa "meledaknya" populasi algae pada suatu ekosistem air (aquatic system). Blooming alga dapat terjadi baik di ekosistem air tawar maupun air asin (laut). Biasanya, diakibatkan oleh satu atau beberapa jenis fitoplankton (phytoplankton) yang memiliki pigmen warna misalkan hijau, biru atau merah.
Dikatakan meledak atau 'bloom' jika perbandingan konsentrasi algae mencapai ratusan hingga ribuan bahkan ada yang mencapai jutaan sel per mililiter. Biasanya fenomena blooming alga ini berwarna hijau, namun pernah juga ditemui warna kuning kecoklatan, merah itu semua bergantung pada spesies dan pigmen warna yang dibawanya.
Fenomena dapat terjadi dikarenakan banyaknya nutrisi yang ada pada perairan tersebut. Nutrisi tersebut diperoleh dari proses eutrofikasi. Proses eutrofikasi yakni proses pencemaran air dengan zat-zat makanan atau nutrien yang berlebih ke dalam ekosistem air. Proses eutrofikasi bisa berasal dari limbah rumah tangga dan pemberian pupuk yang berlebihan pada lahan pertanian sehingga sebagian dari pupuk tersebut ikut terlarut ke dalam perairan. Terutama kandungan ion fosfat (PO3-) dan Nitrogen (N) yang ternyata menguntungkan bagi beberapa spesies alga. Dan inilah yang akan menyebabkan populasi alga menjadi tidak terkontrol.
Bukan tanpa akibat. Fenomena ini cukup menjadi masalah yang serius apabila tidak segera di tangani. Apabila tidak segera ditangani, fenomena ini akan menyebabkan ikan, atau organisme lain yang masih satu ekosistem mengalami kematian. Kematian ini lebih disebabkan karena kekurangan zat makanan dan kekurangan cahaya matahari. Karena alga yang hidup di permukaan air akan menghalangi sinar matahari masuk ke dasar perairan. Dan ada pula spesies alga yang juga memproduksi toksin, yang tentu merugikan organisme lain termasuk manusia.
Salah satu fenomena terkini terjadinya algae blooming yakni yang terjadi di Qingdao sebuah pantai yang ada China tepatnya di provinsi Shandong di China bagian Timur. Algae blooming ini membuat perairan pantai ini menghijau. Hampir 30 ton, alga menutupi pantai ini.
![]() |
| Blooming algae di Qingdao, China, 2011 |
Tapi, justru ada keindahan di balik fenomena ini. Jika dilihat dari kamera satelit fenomena blooming algae bagaikan sebuah lukisan atau bagaikan fenomena aurora di kutub Utara maupun Selatan. Seperti yang terjadi di Inggris, dan Laut Baltik. Semoga bermanfaat, ada komentar ?
| Algae blooming di Inggris 1999 |
| Algae blooming di Laut Baltik 2005 |
Langganan:
Komentar (Atom)
