MSP Online Kuliah ONline

Ruang Sederhana bagi Gathering & Sharing Informasi dan Materi Referensi Ilmiah Populer

Kamis, 06 Desember 2018

Konsep Integrated Water Resources Management (IWRM)/Pengelolaan Sumber Air Secara Terpadu

Dimasa lalu pengembangan sumber air diartikan sebagai usaha pemanfaatan sumber
air untuk memenuhi kebutuhan tertentu saja (satu tujuan), misalnya untuk memenuhi
kebutuhan  irigasi  atau  untuk  air  minum,  tanpa  memikirkan  lebih  jauh  dampak  dari
eksplorasi  sumber  air  yang  ada,  serta  perubahan  atau  variasi  kebutuhan  air
dikemudian hari. Sehingga pedekatan pengelolaan sumberdaya air menekankan pada
bagaimana  agar  kebutuhan  air  dapat  terpenuhi.  Pendekatan  seperti  ini  ditandai  oleh
pembangunan  fasilitas  baru  untuk  memenuhi  penambahan  kebutuhan,  misalnya:
pembangunan  bendungan,  saluran-saluran  air,  instalasi  fasilitas  air  bersih  dan  lain
sebagainya.  Pendekatan  seperti  ini  kemudian  dirasa  dapat  mengakibatkan  persoalan
baru  seperti:  penggunaan  air  secara  berlebihan,  pemanfaatan  modal  tidak  effisien,
pencemaran  terhadap  lingkungan,  eksplorasi  sumber  air  tidak  terkontrol  dan
sebagainya.
Unduh materi:
IWRM

Hidroklimatologi: Menghitung Curah Hujan Rerata

Data jumlah curah hujan (CH) rata -rata untuk suatu daerah tangkapan air (catchment  area)  atau daerah  aliran  sungai  (DAS)   merupakan  informasi  yang sangat diperlukan oleh pakar bidang hidrologi. Dalam bid ang pertanian data CH sangat berguna, misalnya untuk pengaturan air irigasi , mengetahui neraca air lahan, mengetahui besarnya aliran permukaan (run off).
Untuk  dapat  mewakili  besarnya  CH  di  suatu  wilayah/daerah  diperlukan penakar  CH  dalam  jumlah  yang  c ukup.   Semakin  banyak  penakar  dipasang  di lapangan  diharapkan  dapat  diketahui  besarnya  rata -rata  CH  yang  menunjukkan besarnya CH yang terjadi di daerah tersebut. Disamping itu juga diketahui variasi CH di suatu titik pengamatan.
Menurut  (Hutchinson,  1970  ;  Browning,  1987  dalam  Asdak  C.  1995) Ketelitian  hasil  pengukuran  CH  tegantung  pada  variabilitas  spasial  CH, maksudnya diperlukan semakin banyak lagi penakar CH bila kita mengukur CH di suatu  daerah  yang  variasi  curah  hujannya  besar. Ketelitian  akan  semakin meningkat  dengan  semakin  banyak  penakar  yang  dipasang,  tetapi  memerlukan biaya  mahal  dan  juga  memerlukan  banyak  waktu  dan  tenaga  dalam pencatatannya di lapangan.
Unduh Materi:
Hitung Curah Hujan
EVALUASI SECARA HOLISTIK DAMPAK RENCANA KEGIATAN TERHADAP KOMPONEN LINGKUNGAN HIDUP

Evaluasi secara holistik terhadap dampak lingkungan merangkum seluruh hasil prakiraan dan evaluasi terhadap Dampak Penting Hipotetik (DPH) yang telah dikemukakan secara komprehensif pada Bab III FORMAT lAPORAN Andal. Prakiraan dan evaluasi dampak pada Bab III adalah untuk menentukan sifat penting dampak dari setiap DPH yaitu apakah dampak bersifat “diabaikan”, “minor”, “moderat”, “mayor” dan “kritis”. Rangkuman disusun terhadap hasil evaluasi terhadap seluruh DPH secara tabulatif. Definisi sifat penting dampak tercantum pada Tabel yang merupakan pemeringkatan relatif terhadap pentingnya dampak.
Telahaan secara menyeluruh terhadap Dampak Penting dari komponen/parameter lingkungan hidup untuk setiap jenis kegiatan sebagai sumber dampaknya, dilakukan dengan menggunakan bagan alir dampak. Bagan alir dampak digunakan untuk menentukan keterkaitan (sebab-akibat) antara sumber dampak dengan dampak penting terhadap komponen/parameter lingkungan, dan antar komponen/parameter lingkungan yang terkena dampak penting itu sendiri, sehingga dapat diketahui setiap jenis kegiatan sebagai sumber dampak dan jenis dampak yang menjadi variabel kunci yang akan dikelola dan dipantau melalui pendekatan teknologi, sosial dan kelembagaan.
Contoh studi kasus dalam penyusunan Evaluasi Secara Holistik Dampak Lingkungan dapat diunduh pada file-file berikut.
Eva Holistik Studi Kasus 1
Eva Holistik Studi Kasus 2

Jumat, 16 November 2018

Pelingkupan dalam AMDAL

PELINGKUPAN
Pelingkupan merupakan bagian langkah awal 
dalam tahapan proses AMDAL. Kegiatan ini sangat vital
karena di tahap itulah dasar pemikiran dan lingkup kajian dampak
lingkungan (ANDAL) akan ditentukan. Kekeliruan dalam
melingkup akan menyebabkan kajian ANDAL menjadi
tidak tajam, salah sasaran, dan juga boros dana dan
waktu. Prakiraan dan evaluasi dampak yang dilakukannya
menjadi kurang relevan dan kurang bermakna. Rencana
pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup yang
dihasilkan berikutnya juga menjadi tidak tepat. Pendek
kata, kesalahan dalam pelingkupan dapat membuat
seluruh pekerjaan AMDAL menjadi sia-sia.


Dengan meletakkan proses pelingkupan sebagai suatu
tahapan yang umum dilakukan dalam perancangan
suatu kajian ilmiah (
scientific), baik untuk AMDAL
maupun untuk kajian ilmiah lainnya, pelingkupan akan
memperjelas tujuan, batasan, dan pendekatan dari
kajian yang akan dilakukan. Dengan dipahaminya

esensi dasar pelingkupan, kita tetap dapat 
melakukan pelingkupan dengan baik, 
walaupun aturan mengenai tata-laksana
pelaksanaan AMDAL diubah.

Klik untuk download materi: 
Pelingkupan 1 : Materi Pelingkupan_1

Pelingkupan 2 : Materi Pelingkupan_2