Data jumlah curah hujan (CH) rata -rata untuk suatu daerah tangkapan air (catchment area) atau daerah aliran sungai (DAS) merupakan informasi yang sangat diperlukan oleh pakar bidang hidrologi. Dalam bid ang pertanian data CH sangat berguna, misalnya untuk pengaturan air irigasi , mengetahui neraca air lahan, mengetahui besarnya aliran permukaan (run off).
Untuk dapat mewakili besarnya CH di suatu wilayah/daerah diperlukan penakar CH dalam jumlah yang c ukup. Semakin banyak penakar dipasang di lapangan diharapkan dapat diketahui besarnya rata -rata CH yang menunjukkan besarnya CH yang terjadi di daerah tersebut. Disamping itu juga diketahui variasi CH di suatu titik pengamatan.
Menurut (Hutchinson, 1970 ; Browning, 1987 dalam Asdak C. 1995) Ketelitian hasil pengukuran CH tegantung pada variabilitas spasial CH, maksudnya diperlukan semakin banyak lagi penakar CH bila kita mengukur CH di suatu daerah yang variasi curah hujannya besar. Ketelitian akan semakin meningkat dengan semakin banyak penakar yang dipasang, tetapi memerlukan biaya mahal dan juga memerlukan banyak waktu dan tenaga dalam pencatatannya di lapangan.
Unduh Materi:
Hitung Curah Hujan
MSP Online Kuliah ONline
Ruang Sederhana bagi Gathering & Sharing Informasi dan Materi Referensi Ilmiah Populer
Kamis, 06 Desember 2018
EVALUASI SECARA HOLISTIK DAMPAK RENCANA KEGIATAN TERHADAP KOMPONEN LINGKUNGAN HIDUP
Evaluasi secara holistik terhadap dampak lingkungan merangkum seluruh hasil prakiraan dan evaluasi terhadap Dampak Penting Hipotetik (DPH) yang telah dikemukakan secara komprehensif pada Bab III FORMAT lAPORAN Andal. Prakiraan dan evaluasi dampak pada Bab III adalah untuk menentukan sifat penting dampak dari setiap DPH yaitu apakah dampak bersifat “diabaikan”, “minor”, “moderat”, “mayor” dan “kritis”. Rangkuman disusun terhadap hasil evaluasi terhadap seluruh DPH secara tabulatif. Definisi sifat penting dampak tercantum pada Tabel yang merupakan pemeringkatan relatif terhadap pentingnya dampak.
Telahaan secara menyeluruh terhadap Dampak Penting dari komponen/parameter lingkungan hidup untuk setiap jenis kegiatan sebagai sumber dampaknya, dilakukan dengan menggunakan bagan alir dampak. Bagan alir dampak digunakan untuk menentukan keterkaitan (sebab-akibat) antara sumber dampak dengan dampak penting terhadap komponen/parameter lingkungan, dan antar komponen/parameter lingkungan yang terkena dampak penting itu sendiri, sehingga dapat diketahui setiap jenis kegiatan sebagai sumber dampak dan jenis dampak yang menjadi variabel kunci yang akan dikelola dan dipantau melalui pendekatan teknologi, sosial dan kelembagaan.
Contoh studi kasus dalam penyusunan Evaluasi Secara Holistik Dampak Lingkungan dapat diunduh pada file-file berikut.
Eva Holistik Studi Kasus 1
Eva Holistik Studi Kasus 2:
Evaluasi secara holistik terhadap dampak lingkungan merangkum seluruh hasil prakiraan dan evaluasi terhadap Dampak Penting Hipotetik (DPH) yang telah dikemukakan secara komprehensif pada Bab III FORMAT lAPORAN Andal. Prakiraan dan evaluasi dampak pada Bab III adalah untuk menentukan sifat penting dampak dari setiap DPH yaitu apakah dampak bersifat “diabaikan”, “minor”, “moderat”, “mayor” dan “kritis”. Rangkuman disusun terhadap hasil evaluasi terhadap seluruh DPH secara tabulatif. Definisi sifat penting dampak tercantum pada Tabel yang merupakan pemeringkatan relatif terhadap pentingnya dampak.
Telahaan secara menyeluruh terhadap Dampak Penting dari komponen/parameter lingkungan hidup untuk setiap jenis kegiatan sebagai sumber dampaknya, dilakukan dengan menggunakan bagan alir dampak. Bagan alir dampak digunakan untuk menentukan keterkaitan (sebab-akibat) antara sumber dampak dengan dampak penting terhadap komponen/parameter lingkungan, dan antar komponen/parameter lingkungan yang terkena dampak penting itu sendiri, sehingga dapat diketahui setiap jenis kegiatan sebagai sumber dampak dan jenis dampak yang menjadi variabel kunci yang akan dikelola dan dipantau melalui pendekatan teknologi, sosial dan kelembagaan.
Contoh studi kasus dalam penyusunan Evaluasi Secara Holistik Dampak Lingkungan dapat diunduh pada file-file berikut.
Eva Holistik Studi Kasus 1
Eva Holistik Studi Kasus 2:
Jumat, 16 November 2018
Pelingkupan dalam AMDAL
PELINGKUPAN
Pelingkupan merupakan bagian langkah awal
dalam tahapan proses AMDAL. Kegiatan ini sangat vital
karena di tahap itulah dasar pemikiran dan lingkup kajian dampak
lingkungan (ANDAL) akan ditentukan. Kekeliruan dalam
melingkup akan menyebabkan kajian ANDAL menjadi
tidak tajam, salah sasaran, dan juga boros dana dan
waktu. Prakiraan dan evaluasi dampak yang dilakukannya
menjadi kurang relevan dan kurang bermakna. Rencana
pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup yang
dihasilkan berikutnya juga menjadi tidak tepat. Pendek
kata, kesalahan dalam pelingkupan dapat membuat
seluruh pekerjaan AMDAL menjadi sia-sia.
Dengan meletakkan proses pelingkupan sebagai suatu
tahapan yang umum dilakukan dalam perancangan
suatu kajian ilmiah (scientific), baik untuk AMDAL
maupun untuk kajian ilmiah lainnya, pelingkupan akan
memperjelas tujuan, batasan, dan pendekatan dari
kajian yang akan dilakukan. Dengan dipahaminya
esensi dasar pelingkupan, kita tetap dapat
melakukan pelingkupan dengan baik,
walaupun aturan mengenai tata-laksana
pelaksanaan AMDAL diubah.
Klik untuk download materi:
Pelingkupan 1 : Materi Pelingkupan_1
Pelingkupan 2 : Materi Pelingkupan_2
Pelingkupan merupakan bagian langkah awal
dalam tahapan proses AMDAL. Kegiatan ini sangat vital
karena di tahap itulah dasar pemikiran dan lingkup kajian dampak
lingkungan (ANDAL) akan ditentukan. Kekeliruan dalam
melingkup akan menyebabkan kajian ANDAL menjadi
tidak tajam, salah sasaran, dan juga boros dana dan
waktu. Prakiraan dan evaluasi dampak yang dilakukannya
menjadi kurang relevan dan kurang bermakna. Rencana
pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup yang
dihasilkan berikutnya juga menjadi tidak tepat. Pendek
kata, kesalahan dalam pelingkupan dapat membuat
seluruh pekerjaan AMDAL menjadi sia-sia.
Dengan meletakkan proses pelingkupan sebagai suatu
tahapan yang umum dilakukan dalam perancangan
suatu kajian ilmiah (scientific), baik untuk AMDAL
maupun untuk kajian ilmiah lainnya, pelingkupan akan
memperjelas tujuan, batasan, dan pendekatan dari
kajian yang akan dilakukan. Dengan dipahaminya
esensi dasar pelingkupan, kita tetap dapat
melakukan pelingkupan dengan baik,
walaupun aturan mengenai tata-laksana
pelaksanaan AMDAL diubah.
Klik untuk download materi:
Pelingkupan 1 : Materi Pelingkupan_1
Pelingkupan 2 : Materi Pelingkupan_2
Selasa, 18 September 2012
Sustainable Wastewater Treatment Chemicals in a dairy
Courtesy of Atana Limited
Aug. 31, 2012
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
(0 votes)
|
Problem/Definition
Atana Ltd has been tasked in reducing sludge generation produced at the sites effluent plant by introducing a new chemical regime. This would bring considerable savings on their daily running costs; reduce the need for hazardous substances and prevent any corrosive issues through the removal of inorganic chemicals. The plant also has consent issues with FOG and Suspended Solids along with reliability issues of dosing PAC and maintaining coagulation.
Site Specific Background
Current physical set up to manage waste water
Reception tank > Aqua rake > Balance tank 150m³ > DAF similar to Puriflow DAF > sewer
Trade Consent
Sodium Hydroxide (32%) & Hydrochloric Acid (28%) used for pH correction (set at 10.5) into balance tank as required. 1000 litres per week ordered currently at Acid £126/1000ltrs, Caustic £261/1000ltrs.
Hydrochloric Acid (28%) used for pH correction into the influent poly mix chamber of DAF.
PAC used as a coagulant at approx. 10000 litres / 6-8 weeks at £1650/10000ltrs.
Anionic polymer used as a Flocculant at approx 1000 litres pure product/12 month period at £1050/IBC.
Sludge generation after dewatering equates to 26m³ every 10 days (3 per month max) @ £1100/tanker
Annual costs equate to £73,150.00
Atana’s chemical treatment regime to manage waste water
Sodium Hydroxide (32%) & Hydrochloric Acid (28%) used for pH correction (altered to 7.5) into balance tank as required. 1000 litres every 3 weeks ordered at Acid £126/1000ltrs, Caustic £261/1000ltrs. This is currently being optimized further.
Hydrochloric Acid (28%) used for pH correction into the influent poly mix chamber of DAF.
Cofloc SG10 vegetable coagulant used to replace PAC. Cost £595.00/1000 litres approx. every 2 weeks.
Trufloc TF300C Cationic polymer used as a Flocculant at approx 25 litres pure product/2.5 week period at £105.00/25kg pail.
Sludge generation without being dewatered equates to 26m³ every 21 days @ £1100/tanker, *Dewatering the sludge holding tank could improve sludge uplift days further.
Note: Sludge samples are currently being analysed for alternate disposal method which could potentially remove sludge disposal costs or be a revenue stream.
Annual costs equate to £43,480.00
Summary
To summarise the work done so far, we have achieved a minimum of a 50% reduction in sludge volumes. Grab samples by the local water authority laboratory have seen all consent levels met for the first time with one result giving FOG 25mg/l and Suspended Solids 139mg/l. The regular operators of the Effluent Treatment Plant are very impressed at the plants consistent performance.
Atana Ltd has been tasked in reducing sludge generation produced at the sites effluent plant by introducing a new chemical regime. This would bring considerable savings on their daily running costs; reduce the need for hazardous substances and prevent any corrosive issues through the removal of inorganic chemicals. The plant also has consent issues with FOG and Suspended Solids along with reliability issues of dosing PAC and maintaining coagulation.
Site Specific Background
Current physical set up to manage waste water
Reception tank > Aqua rake > Balance tank 150m³ > DAF similar to Puriflow DAF > sewer
Trade Consent
- Daily flow 150m³ per 24 hours
- COD 3000mg/l
- BOD 2000mg/l
- pH 5-11
- FOG 200mg/l
- TSS 1000mg/l
Sodium Hydroxide (32%) & Hydrochloric Acid (28%) used for pH correction (set at 10.5) into balance tank as required. 1000 litres per week ordered currently at Acid £126/1000ltrs, Caustic £261/1000ltrs.
Hydrochloric Acid (28%) used for pH correction into the influent poly mix chamber of DAF.
PAC used as a coagulant at approx. 10000 litres / 6-8 weeks at £1650/10000ltrs.
Anionic polymer used as a Flocculant at approx 1000 litres pure product/12 month period at £1050/IBC.
Sludge generation after dewatering equates to 26m³ every 10 days (3 per month max) @ £1100/tanker
Annual costs equate to £73,150.00
Atana’s chemical treatment regime to manage waste water
Sodium Hydroxide (32%) & Hydrochloric Acid (28%) used for pH correction (altered to 7.5) into balance tank as required. 1000 litres every 3 weeks ordered at Acid £126/1000ltrs, Caustic £261/1000ltrs. This is currently being optimized further.
Hydrochloric Acid (28%) used for pH correction into the influent poly mix chamber of DAF.
Cofloc SG10 vegetable coagulant used to replace PAC. Cost £595.00/1000 litres approx. every 2 weeks.
Trufloc TF300C Cationic polymer used as a Flocculant at approx 25 litres pure product/2.5 week period at £105.00/25kg pail.
Sludge generation without being dewatered equates to 26m³ every 21 days @ £1100/tanker, *Dewatering the sludge holding tank could improve sludge uplift days further.
Note: Sludge samples are currently being analysed for alternate disposal method which could potentially remove sludge disposal costs or be a revenue stream.
Annual costs equate to £43,480.00
Summary
To summarise the work done so far, we have achieved a minimum of a 50% reduction in sludge volumes. Grab samples by the local water authority laboratory have seen all consent levels met for the first time with one result giving FOG 25mg/l and Suspended Solids 139mg/l. The regular operators of the Effluent Treatment Plant are very impressed at the plants consistent performance.
Langganan:
Postingan (Atom)


